KURIKULUM PARENTING DINDA DINDA SEBAGAI IBU IBU

 KURIKULUM PARENTING DINDA DINDA SEBAGAI IBU IBU


Nek Jarene Pram, di dalam buku tetralogi pulau Buru; saat Minke bertemu ibunya:



minke: "Ibu tahu kenapa Bhisma tak bisa mati? Setiap kali kepalanya terpenggal kemudian menyentuh tanah, dia akan hidup lagi. Dan seterusnya akan begitu.Tanah adalah petani, bu; siapapun yang membelanya, dia takkan pernah mati. Sebagaimana Bhisma".

Hidup, dihidupkan, menghidupi


Kira kira anak ku nanti jibek ndak ya kalo setiap hari ibuknya hobi bikin quotes perihal hidup. 

    Atau diskusi perihal kesejahteraan ummat masyarakat serta keadilan sosial dan keadilan ekonomi terus selalu update di grup whatsapp keluarga. Atau kalo gak gitu mewanti wanti agar bersih hati dan jiwanya sehat mental dan badannya serta menjaga lingkungan dan keseimbangan kosmis melalui pemahaman tentang distingsi antara environment of ethics dan environment of justice. Apa tiap malem pillow talk perihal turut berdosanya Hegemoni Oligarki pada masyarakat bawah, kaum buruh atau kaum mustadhafin mungkin?

    Atau gak gitu nuturi anak ganang dan anak gidokku untuk menyempurnakan batin menjadi manusia "jawa" yang utuh agar bisa menjadi "sarira digdaya tanpo aji yang trimah mawi pasrah sepi pamrih tebih ajrih" sarta bisa Midhangeti sang hyang akaryoning jagat dumugi projopati tatan pranantan joyo prasojo. Atau gak gitu tak ajari ngaji dari alip bak tak sampe mafhum perihal annashihatul al arwah kalo kata Imam Al Ghazali dalam kitab At- Tibrul Masbuuk tuh begini "Ilmu al ulama amwalu al aghniya siyasatu al mulk wal mala". Hadeuh makin bingung dan pucing menyusun kurikulum parenting buat anak anak generasi post Alfa ini


Btw di pojok an sana ada eyangnya anak anak ku yg lagi update status di facebook " kegiatan putuku bersama uti"


Hihi barrakallahu, wallahua'lam bishawab.

Komentar

Postingan Populer